Manusia makhluk yang berakal

Allah menciptakan manusia sesempurna mungkin, karena manusia sebagai kholifah dimuka bumi. Bukannya manusia diciptakan begitu saja dan dengan tanpa tahap-tahap proses yang begitu rumit. Memang karena akal makhuk Allah yang satu ini memiliki keunikan tersendiri dan dilebihkan dari makhluk yang lain.
Kita tahu bahwasannya ada makhluk yang diciptakan Allah memiliki otak, akan tetapi mahluk tersebut tidak memiliki akal yang bisa digunakan untuk berfikir. Manusia diberikan kelebihan yaitu akal, dimana hal yang satu ini tidak dimiliki oleh makhluk lain. Selain dari akalnya Allah menciptakan manusia dengan sebaik-baik rupa. Tidak heran bahwa semua hal yang ada di dunia ini dapat di kuasai oleh manusia.
Dengan kelebihan akal tersebut manusia dapat membedakan mana sesuatu yang baik serta yang buruk, mekipun begitu akal bukan digunakan sebagai memikirkan hal yang ada di kehidupan ini tapi juga digunakan untuk memikirkan hal sebelum dan sesudah kehidupan. Dari akal tersebut maka harus di barengi dengan keimanan, bila hal tersebut diabaikan maka dapat dikatakan manusia tersebut tidak sempurna. Fikiran yang di barengi dan dihiasi dengan keimanan maka akan timbul suatu sifat dan nilai kemanusiaan yang sempurna, memang manusia diciptakan dengan kesempurnaan yang terbatas. Kesempurnaan yang sesungguhnya adalah milik Allah.
Berfikir merupakan sifat manusia, dari fikiran yang sehat maka manusia manusia dapat menciptakan hal-hal baru. Bahwa dalam realita sehari-hari banyak eksperimen-eksperimen yang digunakan untuk mengasah akal dan menciptakan hal yang baru, seperti halnya yang baru-baru ini dunia ilmu pengetahuan yang mengalami kemajuan pesat dan di sepesifikasikan dalam kehidupan yang bisa bermanfaat bagi manusia itu sendiri.
Selain akal, manusia juga diberikan insting atau naluri oleh Allah. Sebagai pemberian Allah SWT, Insting selalu bersifat suci dalam artian tidak mau dikotori. Insting tidak mau dikotori oleh perilaku raga yang kotor menyimpang dari Hukum Allah. Insting Hanya memerlukan perjalanan hidup yang baik dari raga kita. Agar diri kita dapat menciptakan sejarah hidup yang lebih baik.
Begitu sempurnanya desain Allah untuk manusia yang dibekali oleh akal, maka dari itu manusia bisa disebut sebagai hewan yang berakal yang bisa berfikir dan mampu menguasi dan mendominasi segala aspek kehidupan di dunia. Meskipun sepandai-pandai akal manusia, tapi masih ada yang lebih pandai lagi, yaitu Allah SWT.


By: EGA PUTRA

0 Response to "Manusia makhluk yang berakal"

Poskan Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme